Month: July 2015

Gudeg Pawon yang Sudah Melegenda

Rental Mobil Jogja – Berbeda dengan tempat makan lainnya yang selalu menempati lokasi strategis seperti pinggir jalan raya atau di kompleks pusat perbelanjaan, Gudeg Pawon ini justru menempati lokasi yang tersembunyi. Rasanya yang khas dan tidak ada tandingannya ini tidak menyurutkan para pelanggannya untuk ‘blusukan’ menyambangi pawon (dapur) tempat masak dari gudeg ini.

Mengapa di namai pawon? karena para pelanggannya memang dilayani langsung di dalam dapur. Lebih uniknya lagi, gudeg ini hanya di jual menjelang tengah malam, sehingga Anda tak perlu terkaget-kaget di jam menuju tengah malam, di suatu lorong yang mewajibkan pengendaranya turun untuk menuntun kendaraannya terdapat antrian yang mengular. Ini bukan mengantri untuk mendapatkan perangkat terbaru dari Apple, namun menunggu sajian dari gudeg yang khas.

Rasa manisnya yang pas dan tidak berlebihan atau kurang, serta daging ayamnya yang sangat empuk, menjadikan perjalanan para pelanggannya yang masuk ke dalam kampung bukan menjadi hal yang sia-sia, karena lokasi bukanlah permasalahan yang serius ketika rasa bisa mengalahkannya. Gudeg Pawon ini sendiri buka pada jam 22.30 malam hingga jam 5 pagi.

Untuk lokasinya sendiri, Gudeg Pawon ini berlokasi di Jl. Janturan No. 36, Warungboto, Umbulharjo yang dekat dengan Halte Kusumanegara 4. Apa yang membuat kuliner ini berbeda dari kuliner gudeg lainnya adalah karena gudeg ini menggunakan bahan baku berupa kelapa asli dan tidak ada campuran ketak (endapan kelapa dengan campuran santan) di dalamnya. Kenikmatan lainnya adalah dihasilkan dari perlengkapan masaknya yang tidak berubah sejak 1958 ketika usaha ini pertama kali dibuka. Mereka memasak menggunakan tungku dengan kayu bakar sebagai sumber apinya. Sehingga Anda akan merasakan gudeg yang fresh asli dari tungku.

Tidak hanya gudegnya saja yang terasa lebih gurih, namun juga nasinya, karena nasinya sendiri pun di masak pada dandang yang terbuat dari tanah liat juga dimasak di atas bara api kayu bakar yang menjadikan rasa dari nasi ini menjadi lebih gurih. Gudeg yang disajikan di sini merupakan gudeg basah, berbeda dengan gudeg kering yang memiliki rasa lebih manis dan legit. Anda juga bisa menambahkan sensasi rasa pedas di dalam hidangan Anda dengan menggunakan sambal goreng krecek yang rasanya sedikit pedas.

Asal muasal mengapa gudeg ini dinamai gudeg pawon adalah ketika usaha ini dirintis oleh almarhumah Mbah Prapto Widarso pada tahun 1958. Di mana Mbah Prapto Widarso ini berjualan di Pasar Sentul pada pukul tiga pagi. Namun sebelum di bawa ke pasar, para pembeli sudah banyak yang datang untuk membeli gudeg ke rumahnya. Lama kelamaan para pelanggannya ini datang lebih awal ke jam 12 malam. Tak ayal gudeg dari Mbah Prapto Widarso ini habis sebelum di bawa ke pasar. Maka dari sini Mbah Prapto Widarso memutuskan untuk tidak berjualan lagi di pasar dan hanya di rumah saja.

Penasaran akan rasa dari gudeg yang khas ini? maka Anda bisa segera mengunjungi Gudeg Pawon ini. Tidak memiliki kendaraan? tak perlu khawatir, karena Anda bisa menyewa mobil untuk menuju ke lokasi ini.